pernah saya berbisik dalam tulang besi
saya akan berlari untuk meladeni hati
tapi apa daya, kehidupan ini memaksa saya untuk meladeni takdir
karena selain saya, tak ada yang bisa menerima apa yang saya ada.
saya pergi ke sawah yang bersih, ada alasan menaruh orang-orangan sawah
saya pergi ke hutan, ada alasan menaruh ranjau.
saya pergi ke gunung, ada alasan membangun pub malam
mengapa alam pun dirombak dengan alasan?
semua surga yang ada di dunia itu omong kosong. selalu tersedia bagi yang bisa dan yang memiliki
apa surga tidak melihat?
atau bahkan karena surga itu melihat?

No comments:
Post a Comment