Hi, Welcome to my blog, enjoy reading.
RSS

Saturday, December 11, 2010

hilang semua, hancur..

terik menyengat
siksaku
lari ku berteduh
kini yang kunikmati hancur!
benar-benar hilang, ditelan tanah, dimakan debu
ku bagai ribuan hati yang patah
jadi satu, hancur, tanpa harapan

dusta kau, menari-nari tanpa suara
terdengar bunyi indah dari hatimu
namun tak sebutku
siapa cahayamu?
padahal engkaulah embunku
tumbuh indah seperti padi..

Monday, December 6, 2010

siang kini

siang
datang
tak ada sesal
lebih baik ku tidur siang
matahari
sejenak akan ku benci
maafkan
aku taktis

Sunday, December 5, 2010

sudah gelap

bunga
ku tahu kau hanya menari
masih berjalan menuju senja kemarin
mereka sudah lihat durimu
dulu hanya ku saja yang tertusuk
kini durimu menusuk dalam
tarianmu, menjadi jalan lurus
sakitkanku, melepuh, berhenti berjalan
kejutkanku, meriuh, dalam hari baru, tetap ku akan berjalan

bunga
indahmu kini
embun
ku takkan biarkan siang
ku takkan mampu tatap surya
tanpa kuhirup bau embun
tanpa kugenggammu bunga

hey pagi
teruslah pagi
hingga tiada siang\
hingga pagi abadi
ku takut malam
menetaslah cinta
karena pagi adalah rasa
karena pagi adalahharapan

ku takut
bila sudah gelap

melebur, menjadi debu

puluhan burung berkicau
riuh, menerjang karam
tak mati ku di sana
panggil ku siluman
distorsi arah angin ini
jiwa jiwa yang melebur
menjadi debu
takkan meriuh
kini menetas, menguak kalbu
memang lelah ku berjalan
tapi tak menangis ku
sampai surya tenggelam
ku takkan lepas
kau milikku
bunga
kau milikku
langit