terik menyengat
siksaku
lari ku berteduh
kini yang kunikmati hancur!
benar-benar hilang, ditelan tanah, dimakan debu
ku bagai ribuan hati yang patah
jadi satu, hancur, tanpa harapan
dusta kau, menari-nari tanpa suara
terdengar bunyi indah dari hatimu
namun tak sebutku
siapa cahayamu?
padahal engkaulah embunku
tumbuh indah seperti padi..

No comments:
Post a Comment