puluhan burung berkicau
riuh, menerjang karam
tak mati ku di sana
panggil ku siluman
distorsi arah angin ini
jiwa jiwa yang melebur
menjadi debu
takkan meriuh
kini menetas, menguak kalbu
memang lelah ku berjalan
tapi tak menangis ku
sampai surya tenggelam
ku takkan lepas
kau milikku
bunga
kau milikku
langit

No comments:
Post a Comment