berbulan ku langkah
beribu ku kejar
matahari tak pernah menyapa
bulan berhenti bersinar
matahari kini tak hanya sinarkan vertical
lima puluh enam hangatkanku
bulan berhenti bersinar
lima puluh enam tarikku larut dalam malam
roda itu kuatkan
roda itu bentukku
kami dalam satu lukisan
ada gradasi dan garis batas
namun semua hilang
kami adalah canvas kosong
bukan tak punya apa-apa
tapi satu warna
yang tak pernah tertangkap mata elang
yang meihat tanpa mencerna
lama ku menunggu
dalam debu, kami tak pisah
dalam hujan, kami terikat
oleh panas, kami lawan
ku butuh lintasan yang panjang
yang dibangun lima puluh enam
untuk sembilan warna di hijau kuning
tak pernah terlihat,
tapi kami lima puluh enam
kami satu
kami dua ribu sembilan

No comments:
Post a Comment