suara ayam kini saat Tuhan melukis jingga
gizikupun terisi senja
tak ada pundi, tak ada ilmu
hanya cinta
hanya kawan
tidak ada warna yang mencolok
aku pun jarang disengat matahari
asap berkebul melebihi padi
hingga jingga berubah hitam,
ku tetap begini.
hingga jingga lagi.
ku tetap begini.
entah,
kapan aku punya pundi,
entah kapan Tuhan mau menyinariku dengan poros bimasakti
aku ingin pergi
aku ingin dihempas ombak
diterjang angin
ditusuk dingin
dan selepas itu
aku ingin beda,
aku ingin pundi,
karena kini
ku jenuh…

No comments:
Post a Comment